Yesus yang bangkit mengutus saksi, dan Roh membentuk komunitas yang jangkauannya terus meluas. Yerusalem, kelompok baru, dan perjalanan Paulus membentuk alur kisah. Tentangan serta perbedaan pendapat menyertai pertumbuhan, bukan lenyap darinya.
Ikuti cerita melewati satu adegan. Catat orang, tempat, keputusan, dan akibat, terutama ketika fokus berganti. Tindakan seorang tokoh tidak otomatis menjadi perintah bagi pembaca untuk menirunya.
Perhatikan bagaimana narator menggambarkan keberhasilan, kegagalan, ingatan, dan tanggung jawab. Catatan singkat tentang perubahan membantu menemukan alur lagi saat kembali ke pasal berikutnya.
Susunan kitab
Gunakan garis luar untuk melihat gerakan yang lebih besar sebelum menetap ke dalam pasal. Setiap bagian dibuka pada pasal pertama pembaca.
TEKS ALKITAB · TERJEMAHAN LAMAKisah Para Rasul 1:1–5
1Adapun hikayat yang pertama sudah kukarangkan, hai Teofilus, dari hal segala perkara yang Yesus berbuat dan mengajar daripada permulaan,
2hingga kepada hari Ia dinaikkan, yaitu lepas daripada Ia memberi hukum kepada rasul-rasul yang sudah dipilih-Nya itu dengan kuasa Rohulkudus.
3Maka kepada mereka itu juga Ia menyatakan diri-Nya kemudian daripada sengsara-Nya pula dengan beberapa kenyataan bahwa Ia hidup, yaitu tatkala Ia kelihatan kepada mereka itu selang empat puluh hari lamanya, dan memberitakan dari hal kerajaan Allah.
4Tatkala Yesus berhimpun dengan rasul-rasul, maka dipesankan-Nya kepada mereka itu jangan meninggalkan Yeruzalem, melainkan menantikan Perjanjian Bapa "yang kamu mendengar daripada-Ku itu,
5karena Yahya membaptiskan orang dengan air, tetapi kamu ini akan dibaptiskan dengan Rohulkudus di dalam sedikit hari lagi."
Perjumpaan mana yang mengajak komunitas meninjau kembali siapa yang siap mereka terima?
RUANG UNTUK KATA-KATAMU SENDIRI
Pikiran yang layak disimpan.
Tersimpan hanya di peramban dan perangkat ini. Catatanmu tidak dikirim kepada kami. Menghapus data peramban akan menghapus catatan ini.
Tulis beberapa kata saat kamu siap.
Seiring buku ini
Riwayat & narasi
Yosua
Israel menyeberangi Yordan, menghadapi konflik, dan menerima pembagian tanah. Kisah memuat kesetiaan sekaligus kegagalan, lalu berakhir dengan ajakan memilih siapa yang akan dilayani. Baca adegan kekerasan dalam kisah khusus ini, bukan sebagai izin melakukan kekerasan sekarang.
Siklus penindasan dan pembebasan berulang menuju kekacauan yang semakin dalam. Para pembebas pun memiliki kelemahan, dan kisah terakhir memperlihatkan kerusakan besar dalam Israel. Kitab mengajak membaca kekuasaan serta kekerasan dengan jujur, bukan mengagumi setiap tindakan yang dicatat.