Perjanjian LamaNahum
3 PasalTL
Kembali ke pustaka

Para nabi / Tentang buku ini

Nahum

Nahum menyatakan kejatuhan Niniwe, menggambarkan akhir kota yang ditandai kekerasan dan eksploitasi. Puisinya yang tajam berbicara dari bayang kekuasaan penindas. Baca gambarannya dengan memperhatikan orang yang hidup di bawah kuasa itu.

Perjanjian Lama3 PasalTL
Mulai membaca buku ini

RENUNGAN KAMI · BUKAN TEKS ALKITAB

Cara membaca buku ini

Tanyakan siapa yang berbicara, siapa yang dituju, dan persoalan yang disebut. Tulisan nubuat dapat berpindah antara peringatan, tuduhan, janji, dan harapan. Perhatikan perubahan itu, bukan memberikan nada yang sama pada semua paragraf.

Baca gambaran dalam latarnya. Periksa bagian sekitar sebelum menghubungkan satu kalimat dengan peristiwa sekarang. Simpan rujukan atau pertanyaan yang perlu diteliti. Pertanyaan jujur lebih berguna daripada kepastian yang tergesa-gesa.

Susunan kitab

Gunakan garis luar untuk melihat gerakan yang lebih besar sebelum menetap ke dalam pasal. Setiap bagian dibuka pada pasal pertama pembaca.

  1. 01
    Pasal 1

    Kekuatan penindas ditantang

    Baca bagian ini
  2. 02
    Pasal 2–3

    Kejatuhan Niniwe

    Baca bagian ini

Baca baris pembuka

TEKS ALKITAB · TERJEMAHAN LAMANahum 1:1–5

1Bahwa inilah firman akan hal Ninewe, surat khayal Nahum, orang Elkosyi itu.

2Bahwa Tuhan itu Allah yang cemburuan dan pembalas; Tuhan itu pembalas, yang hebat dengan kehangatan murka-Nya! Tuhan itu pembalas bagi segala musuh-Nya dan dikekalkan-Nya murka-Nya akan segala seteru-Nya.

3Bahwa Tuhan itu panjang sabar, jikalau besar kuasa-Nya sekalipun, dan sekali-kali tiada dibilang-Nya orang yang bersalah itu suci dari pada salah. Bahwa jalan Tuhan adalah dalam puting beliung dan dalam ribut, dan segala awan itulah duli kaki-Nya.

4Jikalau diamang-amang-Nya laut, maka kekeringanlah ia dan kekeringanlah segala sungai pun; dan lemahlah Bazan dan Karmel dan layulah segala bunga di Libanon!

5Bahwa segala gunung bergeraklah di hadapannya dan segala bukitpun goncanglah, dan gempalah bumi di hadapan hadirat-Nya, yaitu dunia dengan segala orang yang duduk dalamnya.

Buka pasal lengkap

Temukan pasal berikutnya.

Pilih pasal di bawah atau masukkan nomornya.

Simpan pertanyaan ini.

Bagaimana kejatuhan kota yang kuat terlihat berbeda dari perspektif korbannya?

RUANG UNTUK KATA-KATAMU SENDIRI

Pikiran yang layak disimpan.

Tersimpan hanya di peramban dan perangkat ini. Catatanmu tidak dikirim kepada kami. Menghapus data peramban akan menghapus catatan ini.

Tulis beberapa kata saat kamu siap.