TEKS ALKITAB · TERJEMAHAN LAMA
Yohanes 15:1–12
1"Aku inilah Pokok Anggur yang benar, dan Bapa-Ku ialah Pembelanya.
2Tiap-tiap carang di dalam Aku yang tiada berbuah dikerat-Nya; dan tiap-tiap carang yang berbuah dibersihkan-Nya, supaya makin lebat lagi ia berbuah.
3Kamu ini memang suci oleh karena perkataan yang sudah Kukatakan kepadamu.
4Hendaklah kamu tetap di dalam Aku, dan Aku juga di dalam kamu. Sama seperti carang tiada dapat berbuah dengan kuasa dirinya sendiri, jikalau tiada tetap pada pokok anggur, demikian juga kamu pun tiada dapat, jikalau tiada kamu tetap di dalam Aku.
5Aku inilah Pokok Anggur yang benar, dan kamulah carang-carangnya. Siapa yang tetap di dalam Aku, dan Aku pun di dalam dia, ialah berbuah lebat; karena kalau tiada beserta dengan Aku, suatu pun tiada dapat kamu perbuat.
6Jikalau barang seorang tiada tetap di dalam Aku, terbuanglah ia ke luar sama seperti carang itu, serta menjadi kering; kemudian ia itu dikumpulkan orang, dibuangkannya ke dalam api, lalu hangus.
7Jikalau kamu tetap di dalam Aku, dan perkataan-Ku tetap di dalam kamu, pintalah barang apa yang kamu kehendaki, itu akan dikaruniakan kepadamu kelak.
8Di dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu kalau kamu berbuah lebat, serta menjadi murid-murid Aku."
9"Sebagaimana Bapa sudah mengasihi Aku, demikian juga Aku sudah mengasihi kamu; tetaplah kamu di dalam kasih-Ku itu.
10Jikalau kamu menurut segala hukum-Ku, niscaya kamu akan tetap di dalam kasih-Ku, sama seperti Aku sudah menurut segala hukum Bapa-Ku dan tetaplah di dalam kasih-Nya.
11Maka segala perkara ini Aku katakan kepadamu, supaya kesukaan-Ku tetaplah di dalam kamu, dan kesukaanmu pun sempurnalah.
12Inilah hukum-Ku, yaitu hendaklah kamu berkasih-kasih sama sendiri sama seperti Aku sudah mengasihi kamu.
Yohanes 15:1–12 · Alkitab Terjemahan Lama (TL)
Buka pasal lengkapRENUNGAN KAMI · BUKAN TEKS ALKITAB
Before you move on
Dalam gambar tanaman anggur dan cabang-cabangnya, buah berasal dari hubungan dengan Yesus. Ia menjelaskan bahwa kata-katanya tetap ada, kasihnya dan menjalankan perintah-perintahnya. Pembacaan berakhir dengan panggilan untuk mengasihi satu sama lain sebagaimana ia telah mengasihi murid-murid. Tanyakan bukan hanya tentang apa yang kamu capai. Tanyakan apa yang membuat hubungan itu dan bagaimana kasih dapat bertumbuh bagi orang tertentu.
Baca ayat itu lagi jika kamu mau. Perhatikan kata, tindakan, atau pertanyaan mana yang kamu ajukan. kamu dapat menyelesaikan pembacaan tanpa selesai memikirkannya.
Renungan
Bagaimana Yesus sendiri menjelaskan hal-hal yang tersisa? Bentuk beton apa yang dapat ia perintahkan untuk mengasihi dalam salah satu hubungan kamu?
RUANG UNTUK KATA-KATAMU SENDIRI
Pikiran yang layak disimpan.
Tersimpan hanya di peramban dan perangkat ini. Catatanmu tidak dikirim kepada kami. Menghapus data peramban akan menghapus catatan ini.
Tulis beberapa kata saat kamu siap.
Kemajuan tersimpan di peramban ini, terpisah dari aplikasi.