01
Mulai dengan satu pokok doa
Pokok doa bisa sesederhana nama atau uraian singkat tentang yang ingin kamu doakan. Kamu tidak perlu menulis dengan indah. Yang dibutuhkan adalah tempat untuk jujur tentang hal yang penting dan yang belum bisa kamu pahami.
Aplikasi memberi ruang tersendiri bagi setiap pokok doa, dengan catatan untuk rincian tambahan. Kepedulian terhadap seseorang, keputusan pribadi, dan ucapan syukur tidak harus memiliki bentuk yang sama.
02
Catat perjalanan yang berlangsung
Meninjau pokok doa berbeda dari mencentang tugas. Tambahkan catatan bertanggal tentang perubahan, kesulitan yang masih ada, atau cara pandang yang baru. Kamu bisa mengingat momen syukur tanpa menghapus ketidakpastian sebelumnya.
Refleksi opsional tentang jawaban doa membantu menandai hal yang bermakna. Situasi rumit tidak harus diringkas menjadi keberhasilan sederhana. Sebagian pokok doa tetap terbuka, dan jurnal memberi ruang bagi hal itu.
03
Sediakan waktu untuk berdoa dengan tenang
Pilih pokok doa yang ingin ditinjau dan berikan perhatian satu per satu dalam waktu doa. Kamu dapat berlama-lama memikirkan seseorang, berdiam sejenak, atau menulis pemikiran singkat saat kata-kata muncul. Tujuannya memberi perhatian, bukan menunjukkan kemampuan atau mengejar jumlah.
Catatan doa tersimpan di perangkat dalam aplikasi dan tidak disinkronkan ke situs. Pertimbangkan tempat menyimpan cadangan yang kamu ekspor, terutama jika catatan memuat rincian tentang orang lain.
DALAM HARI BIASA
Dari bacaan menuju praktik pribadi.
Ciptakan satu tujuan bagi seseorang atau situasi. Tambahkan catatan tertanggal dengan apa yang kamu minta, kemudian kembali ketika sesuatu berubah. Di kemudian hari, kamu dapat mencatat rasa syukur, kesulitan baru, atau sekadar bahwa kamu masih menunggu. Ini tidak harus menutup cerita.
Mulai dengan Mazmur 13. Perhatikan pertanyaan, permohonan, dan ungkapan kepercayaannya. Lalu sebut satu pokok doa dengan kata sendiri, terpisah dari teks mazmur.
Baca Mazmur 13